PALANGKA RAYA – Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Bias Layar, S.H., membuka Sarasehan Penguatan Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila di Gedung Pertemuan Umum Tambun Bungai, Palangka Raya, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan melalui kolaborasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dengan Komisi XIII DPR RI tersebut bertujuan memperkuat pemahaman sekaligus penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bias Layar menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat. Karena itu, masyarakat perlu terus menghidupkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Di tengah derasnya arus digitalisasi, penyebaran hoaks, politik identitas, hingga menurunnya rasa toleransi, Pancasila harus menjadi kompas yang menuntun arah bangsa agar tetap bersatu dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Bias Layar.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Namun, kemajuan tersebut juga membawa tantangan berupa penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, intoleransi, dan polarisasi sosial. Kondisi itu menuntut seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam bersikap dan berinteraksi, termasuk di ruang digital.

Foto Peserta Yang Mengikuti Kegiatan

Bias Layar juga menekankan pentingnya pemahaman sejarah lahirnya Pancasila, terutama bagi generasi muda. Pemahaman tersebut mencakup proses perumusan hingga pengesahan Pancasila sebagai dasar negara.

Ia menilai pengetahuan sejarah tidak boleh berhenti sebagai hafalan, tetapi harus menumbuhkan ikatan emosional, kesadaran kebangsaan, dan tanggung jawab untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Generasi muda perlu memahami bahwa Pancasila lahir melalui proses sejarah dan perjuangan panjang. Pemahaman itu penting agar mereka tidak hanya mengenal Pancasila sebagai teks, tetapi juga mampu menerapkannya dalam tindakan nyata,” katanya.

Bias Layar menjelaskan bahwa Pancasila memiliki kedudukan strategis sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, ideologi negara, dan pemersatu masyarakat Indonesia. Pancasila juga menjadi paradigma dalam pembangunan nasional, termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Oleh karena itu, penguatan ideologi Pancasila perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan, dialog kebangsaan, keteladanan para pemimpin, serta keterlibatan aktif masyarakat.

Sarasehan tersebut turut menghadirkan Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama BPIP, Dr. Mukhamad Fachrurozi, S.Sos., M.Si., serta akademisi Universitas Palangka Raya, Dr. Heria Mariaty, S.H., M.Hum., sebagai narasumber.

Kedua narasumber menyampaikan materi mengenai penguatan ideologi Pancasila serta penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Para peserta juga diajak memahami peran masyarakat dalam menjaga toleransi, memperkuat gotong royong, dan mencegah perpecahan sosial.

Melalui kegiatan tersebut, BPIP dan Komisi XIII DPR RI berharap semakin banyak Relawan Kebajikan Pancasila yang mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat. Para relawan diharapkan dapat menanamkan nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, keadilan, dan gotong royong di lingkungan keluarga, pendidikan, organisasi, serta masyarakat luas.

Gerakan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan dan menjaga persatuan masyarakat Kalimantan Tengah sebagai bagian dari upaya mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nv//001

Loading