PALANGKA RAYA – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Fordayak dengan membagikan 5.000 masker gratis kepada pengguna jalan di Kota Palangka Raya.
Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026, di sekitar kawasan Bundaran Kecil, Kota Palangka Raya. Dalam pelaksanaannya, Fordayak berkolaborasi dengan mahasiswa yang tergabung dalam KPPM DUSMALA serta Himpunan Mahasiswa (HIMA) daerah dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Ketua DPW Fordayak, Dede Purna Budaya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang lahir dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat di tengah kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya.

Menurutnya, pembagian masker tersebut tidak dilandasi kepentingan lain selain membantu masyarakat, khususnya pengguna jalan, agar dapat mengurangi dampak paparan asap terhadap kesehatan.
“Kegiatan ini murni lahir dari kepedulian dan rasa kemanusiaan. Kami melihat kondisi udara di Kota Palangka Raya yang saat ini dipengaruhi kabut asap, sehingga kami berinisiatif melakukan aksi sederhana dengan membagikan 5.000 masker secara gratis kepada masyarakat,” kata Dede.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan gerakan sosial yang tidak membawa kepentingan atau embel-embel tertentu. Justru, menurutnya, kondisi bencana seperti karhutla menjadi momentum bagi berbagai elemen masyarakat untuk saling membantu dan mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Bagi kami, kepedulian tidak harus selalu diwujudkan dalam kegiatan yang besar. Hal-hal sederhana seperti membagikan masker kepada masyarakat juga merupakan bagian dari upaya bersama untuk membantu mereka yang terdampak,” ujarnya.
Dede juga mengapresiasi keterlibatan organisasi mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan mahasiswa penting untuk terus dibangun, terutama dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Kali ini kami mencoba berkolaborasi dengan sejumlah organisasi mahasiswa yang memiliki semangat dan tujuan yang sama, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat. Ke depan, kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus diperluas bersama organisasi mahasiswa maupun organisasi kepemudaan lainnya,” tuturnya.
Dede turut mengingatkan masyarakat Kota Palangka Raya agar tetap memperhatikan kesehatan selama kondisi udara masih dipengaruhi kabut asap. Masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah dan mengurangi aktivitas di luar apabila tidak benar-benar diperlukan.
Sementara itu, Komunikator HIMA Daerah Se-Kalteng, Duta Erlangga, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam pembagian masker merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musibah karhutla di Kalimantan Tengah.
“Sore ini kami mahasiswa daerah yang tergabung dalam HIMA Daerah Se-Kalteng melakukan pembagian masker kepada masyarakat Palangka Raya. Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami sebagai mahasiswa daerah terhadap musibah karhutla yang terjadi di Kalimantan Tengah,” kata Duta.

Ia menjelaskan, keterlibatan mahasiswa dalam penanganan dampak karhutla tidak hanya dilakukan melalui pembagian masker. Sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam HIMA Daerah Se-Kalteng juga turut terlibat dalam aliansi yang berorientasi pada pembentukan posko bantuan karhutla.
Selain itu, para mahasiswa juga turun langsung ke sejumlah titik karhutla untuk membantu sebagai relawan, termasuk di kawasan Palangka Raya Km 13 serta kawasan sekitar Universitas Palangka Raya.
“Kami juga telah turut serta dalam aliansi yang berorientasi pada pembentukan posko bantuan karhutla. Kami juga hadir di sejumlah titik karhutla dan bahu-membahu menjadi relawan dalam upaya penanganan karhutla, termasuk yang terjadi di Pal 13 dan beberapa waktu lalu di areal kampus Universitas Palangka Raya,” ujarnya.
Duta mengatakan mahasiswa daerah akan terus berupaya mengambil peran dalam membantu masyarakat selama bencana karhutla masih terjadi. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap kondisi yang terjadi di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, HIMA Daerah Se-Kalteng juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya relawan yang telah berjuang dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
“Kami HIMA Daerah Se-Kalteng turut berduka cita atas gugurnya relawan karhutla yang telah berjuang. Semoga segala pengorbanannya mendapat tempat terbaik dan musibah karhutla di Tanah Tambun Bungai ini dapat segera berakhir,” pungkasnya.
Pembagian 5.000 masker tersebut menjadi salah satu bentuk aksi bersama antara organisasi kepemudaan dan mahasiswa dalam merespons kondisi kabut asap akibat karhutla. Di tengah situasi tersebut, kolaborasi berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat terus dilakukan untuk membantu masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan. Nv//001
![]()


