PALANGKA RAYA – Polemik konten yang dibuat oleh kreator digital Saif Hola akhirnya menemui titik terang. Permintaan maaf terbuka yang disampaikan melalui media sosial mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan masyarakat yang dikenal loyal terhadap Gubernur Kalimantan Tengah.

Salah satu respons datang dari Sesa Mareki, ST, seorang penggiat media sosial yang dikenal aktif menyuarakan isu-isu etika dan budaya di dunia digital. Ia menyampaikan apresiasi terhadap sikap Saif Hola yang dinilainya gentle dan penuh kebesaran hati.

“Saya sebagai bagian dari orang yang sangat menghormati Bapak Gubernur Kalteng, salut dan angkat jempol atas sikap tulus dari Saif Hola. Permintaan maaf itu menunjukkan kematangan dan rasa hormat terhadap masyarakat Kalimantan Tengah,” ujar Sesa.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa video yang sempat viral tersebut tidak mengandung kritik membangun, melainkan murni berisi parodi yang dinilai merendahkan.

“Perlu ditegaskan bahwa video tersebut lebih cenderung subjektif dan menyudutkan. Saya menyaksikan langsung betapa tulusnya pemikiran dan kerja keras Bapak Gubernur dalam membangun masyarakat Dayak dan Kalteng secara keseluruhan. Beliau bahkan nyaris tidak pernah mengambil waktu libur demi masyarakat,” tambahnya.

Sesa juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang membela konten tersebut tanpa mempertimbangkan aspek etika dan budaya.

“Kita ini bukan kekurangan orang pintar, tapi sedang mengalami krisis etika. Kita bangsa timur yang menjunjung tinggi sopan santun. Jangan sampai budaya kita tergilas oleh kebebasan berekspresi yang tak bertanggung jawab,” pungkasnya.

Sesa berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, khususnya para konten kreator. Kebebasan berekspresi tetap perlu dibingkai dengan rasa hormat terhadap nilai-nilai budaya dan norma sosial yang berlaku di masyarakat. Nv//001

Loading