PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia menandatangani Nota Kesepakatan Penyelenggaraan Pendidikan Vokasi dan Magang Mahasiswa pada lahan kegiatan cetak sawah di Kalimantan Tengah sebagai upaya memperkuat sumber daya manusia (SDM) sektor pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Penandatanganan berlangsung di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, dan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan pertanian berbasis pendidikan vokasi.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan bahwa sektor pertanian di Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi penopang ketahanan pangan nasional. Namun, potensi tersebut harus didukung oleh SDM yang unggul, terampil, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian.

Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pembangunan lahan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas generasi muda melalui pendidikan vokasi dan praktik langsung di lapangan.

“Penandatanganan nota kesepakatan ini merupakan tonggak strategis dalam memperkuat SDM pertanian di Kalimantan Tengah,” ujar Gubernur Agustiar Sabran.

Ia menambahkan, keterlibatan perguruan tinggi dan mahasiswa dalam program ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pertanian modern yang terhubung dengan kebutuhan riil di lapangan, termasuk pengelolaan lahan cetak sawah secara berkelanjutan.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Pertanian RI menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi lahan cetak sawah yang terus dikembangkan di Kalimantan Tengah, sekaligus memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan sektor pertanian.

Melalui skema pendidikan vokasi dan magang ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis seperti budidaya, mekanisasi pertanian, hingga pemanfaatan teknologi modern dalam pengelolaan pertanian.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap kerja sama ini dapat mempercepat lahirnya generasi petani muda yang profesional dan mampu mendukung tercapainya swasembada pangan berkelanjutan di Indonesia.