PALANGKA RAYA – Senator Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, menerima audiensi Kerukunan Pemuda Pelajar Mahasiswa (KPPM) Dusmala di kediamannya, pada Jumat(25/7/2025).

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, kedua pihak mendiskusikan sejumlah agenda penting yang menyentuh persoalan budaya, kepemimpinan pemuda, hingga arah kebijakan transmigrasi di Kalimantan Tengah.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka. Ketua KPPM Dusmala Fardoari Reketno menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi ruang strategis dan bagian dari upaya memperluas jejaring gerakan dan memperdalam agenda perjuangan pemuda daerah.

“Kami datang membawa semangat anak muda dari KPPM DUSMALA untuk berdialog langsung dengan tokoh nasional asal Kalteng, Pak Teras Narang,” ujarnya.

Teras Narang menekankan pentingnya penguatan budaya lokal sebagai fondasi identitas generasi muda Kalimantan Tengah. Ia mendorong agar riset dan diskusi budaya ditumbuhkan sebagai ruang pembelajaran kritis.

“Kalau kita ingin membangun Kalimantan Tengah dengan akar yang kuat, maka anak mudanya harus mengenal dan memahami budayanya sendiri,” kata anggota DPD RI itu.

Terkait kepemimpinan, KPPM Dusmala menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam program pelatihan Leadership bersama Teras Narang. Program ini merupakan inisiatif pembinaan dan pelatihan kepemimpinan bagi anak muda Kalteng.

“Ini bagian dari komitmen untuk mencetak pemimpin muda yang memiliki karakter, wawasan, dan cinta tanah kelahiran,” Tegasnya.

Dalam sesi diskusi, kedua pihak juga menyinggung soal moratorium transmigrasi, dan menyepakati pentingnya mengawal secara kritis arah kebijakan transmigrasi di Kalimantan Tengah. Keduanya menegaskan bahwa pelaksanaan program tersebut harus mempertimbangkan keadilan sosial dengan prinsip 4K (Keadilan, Kepastian, Kemanfaatan, Kesejahteraan) yang harus menjadi tolak ukur evaluasi transmigrasi.

Keadilan agraria dan perlindungan hak masyarakat lokal juga menjadi pokok penting, sehingga ruang edukatif generasi muda Dusmala, tidak sekadar melawan ketidakadilan, tetapi juga membangun narasi cerdas dan sistematis dalam memperjuangkan hak.

Teras juga menekankan pentingnya menanamkan semangat cinta daerah melalui pemahaman sejarah berdirinya Kalimantan Tengah. Ia menyebut nama Cristian Mandolin Simbar, salah satu tokoh pendiri provinsi ini, sebagai figur yang layak diteladani.

“Memahami sejarah bukan soal romantisme, tapi soal identitas dan arah perjuangan.” Pungkas Teras.

Sebagai penutup, KPPM Dusmala menyerahkan cinderamata berupa gelang Patake khas warga DUSMALA kepada Teras Narang. Gelang tersebut menjadi simbol penghormatan dan harapan agar silaturahmi serta kolaborasi terus terjaga di masa mendatang. Nv//001

Loading