PALANGKA RAYA — Himpunan Mahasiswa se-Kalimantan Tengah (Hima Se-Kalteng) menggelar aksi pernyataan sikap di Bundaran Besar Talawang, Palangka Raya, hari ini, sebagai bentuk solidaritas dan penolakan tegas terhadap tindak pelecehan yang diduga dilakukan oleh oknum berinisial Ain KotoAin Koto terhadap salah satu anggota aktif Hima Pulang Pisau yang juga dikenal sebagai vokalis band R.A.S.Y.A. Aksi ini turut dihadiri langsung oleh korban, yang membersamai jalannya pernyataan sikap dari awal hingga akhir.

Pernyataan sikap ini merupakan respons kolektif mahasiswa daerah se-Kalimantan Tengah terhadap kasus yang dinilai telah mencederai rasa aman dan menodai martabat kemanusiaan. Melalui aksi ini, Hima Se-Kalteng menegaskan komitmennya untuk mengawal proses hukum hingga tuntas serta mendorong lahirnya efek jera bagi pelaku.
Ketua Hima Gunung Mas, Fando, dalam pernyataannya menegaskan bahwa aksi ini murni lahir dari kepedulian dan solidaritas sesama mahasiswa.

“Pernyataan Sikap ini merupakan murni dari kepedulian dan rasa solidaritas kami sebagai Mahasiswa sekaligus Keluarga Hima Se-Kalteng, yang mana kami menentang keras perbuatan pelaku yang mana ini sudah merendahkan derajat manusia dan saya pribadi pun menolak pengakuan pelaku yang katanya dia berbuat seperti itu secara spontan padahal hal tersebut dia lakukan secara sadar dan sengaja. Dan saya berharap agar proses hukum segera dilakukan agar menimbulkan efek jera kepada pelaku dan juga agar kejadian serupa tidak terulang kembali.”
— Fando, Ketua Hima Gunung Mas

Senada dengan hal tersebut, Ketua Hima Seruyan, Andre, menyampaikan bahwa diam atas kekerasan sama artinya dengan membiarkan kekerasan itu terus terjadi.

“Sebagai bagian dari Mahasiswa Daerah Kalimantan Tengah, kali ini PERMAS Palangka Raya berdiri membersamai Pernyataan Sikap yang kali ini menjadi perhatian kita bersama. Karena, berdiam diri atas kekerasan, adalah bagian dari pembiaran. Kami, Hima Se-Kalteng, memilih bersuara dan berdiri bersama Natasya. Kawal kasus ini sampai pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal!”
— Andre, Ketua Hima Seruyan

Mengakhiri rangkaian pernyataan sikap, Komunikator Hima Se-Kalteng, Anggeh, menyampaikan pesan penutup sekaligus penegasan sikap kolektif seluruh Hima se-Kalimantan Tengah.

“Momentum ini kita lakukan untuk menuntut hak dan keadilan bagi saudari kami, pun juga menjadi pengingat dan peringatan bahwa pelecehan dalam bentuk apapun tidak dibenarkan. Bara Itah Akan Itah.”
— Anggeh, Komunikator Hima Se-Kalteng

Melalui aksi ini, Hima Se-Kalteng menyerukan kepada seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk turut mengawal proses hukum kasus ini hingga tuntas, serta menjadikannya momentum bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan dan pelecehan di lingkungan kampus maupun masyarakat. Nv//001

Loading