PALANGKA RAYA – Kepedulian terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus ditunjukkan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Daerah se-Kalimantan Tengah. Tidak hanya melalui gerakan penggalangan dan penyaluran bantuan, mahasiswa juga turun langsung ke lapangan untuk membantu penanganan karhutla.
Pada Jumat, 4 September 2026, sejumlah relawan mahasiswa yang tergabung dalam HIMA Daerah se-Kalteng kembali terjun ke lapangan untuk membantu upaya pemadaman api di sekitar areal Universitas Palangka Raya (UPR).
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan yang sebelumnya telah dilakukan HIMA Daerah se-Kalteng dalam merespons dampak karhutla di sejumlah wilayah.
Sebelumnya, para mahasiswa juga terlibat langsung dalam pemadaman api serta pembagian masker kepada masyarakat di kawasan Pal 13. Selain turun ke titik kebakaran, HIMA Daerah se-Kalteng turut bergabung dalam aliansi yang memprakarsai dan menjalankan Posko Bantuan Karhutla Kalteng.
Posko tersebut menjadi salah satu wadah untuk menghimpun dan menyalurkan bantuan bagi para relawan yang berada di lapangan maupun masyarakat yang terdampak bencana karhutla.
Meski operasional posko bantuan tersebut kini telah selesai, hal itu tidak membuat semangat mahasiswa untuk terlibat dalam penanganan karhutla ikut berhenti.
Komunikator HIMA Daerah se-Kalteng, Duta Erlangga, mengatakan persoalan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.
“Sekarang kita harus peduli dan saling bahu-membahu dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa untuk menghadapi bencana karhutla yang terjadi di Kalteng,” tegas Duta.
Menurutnya, mahasiswa daerah memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengambil bagian dalam persoalan yang terjadi di daerah. Karena itu, selama masih ada hal yang dapat dilakukan, HIMA Daerah se-Kalteng akan berupaya hadir dan memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Duta menegaskan, semangat pengabdian kepada daerah akan terus menjadi bagian dari gerakan mahasiswa yang tergabung dalam HIMA Daerah se-Kalteng.
“Kami dari HIMA Daerah se-Kalteng siap melakukan berbagai upaya yang dapat kami lakukan untuk membantu memulihkan kembali bumi Tambun Bungai yang sama-sama kita cintai ini. #baraitahakanitah,” ujarnya.
Ia berharap keterlibatan mahasiswa dalam penanganan karhutla tidak berhenti pada aksi-aksi yang dilakukan saat bencana terjadi. Lebih dari itu, gerakan bersama perlu dibangun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla.
HIMA Daerah se-Kalteng juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak melihat karhutla sebagai persoalan pemerintah semata. Kolaborasi masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, relawan, dan berbagai pihak dinilai penting agar penanganan serta upaya pencegahan karhutla dapat dilakukan secara bersama-sama.
Semangat tersebut menjadi bentuk nyata kecintaan mahasiswa terhadap Kalimantan Tengah, sekaligus pengingat bahwa menjaga bumi Tambun Bungai merupakan tanggung jawab bersama. Nv//001
![]()


