GUNUNG MAS – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau, PT Kalimantan Hamparan Sawit (KHS) menggelar Pelatihan Siaga Karhutla selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Juli 2026, di lingkungan perusahaan.

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 60 peserta yang nantinya akan dipersiapkan sebagai tim inti siaga kebakaran hutan dan lahan di wilayah operasional PT KHS.

Selama pelatihan, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai pencegahan, penanganan awal kebakaran, penggunaan peralatan pemadam, hingga koordinasi dalam penanggulangan keadaan darurat.

General Manager PT Kalimantan Hamparan Sawit yang diwakili Estate Manager 1 (satu) Jaya, mengatakan pelatihan ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia menghadapi potensi karhutla yang kerap meningkat saat musim kemarau.

“Setiap memasuki musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan selalu meningkat. Karena itu, seluruh peserta harus memahami cara penanganan kebakaran secara benar, cepat, dan sesuai prosedur agar risiko serta dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan,” ujarnya sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Foto Simulasi Saat Menghadapi Kebakaran

Sementara itu, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunung Mas, Indra Haga, S.Pi., mengingatkan bahwa puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga Oktober 2026. Menurutnya, seluruh elemen, baik pemerintah, perusahaan maupun masyarakat, harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sejak dini guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber yakni Damai, S.H., dan Indra Haga S.Pi., yang menyampaikan materi terkait strategi pencegahan karhutla, teknik penanganan kebakaran, penggunaan sarana dan prasarana pemadam, serta pentingnya koordinasi lintas sektor dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Humas PT Kalimantan Hamparan Sawit Hendra Wijaya menegaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui peningkatan kapasitas personel di lapangan.

“Pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin perusahaan, tetapi merupakan investasi dalam membangun budaya siaga terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kami berharap seluruh peserta mampu menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah operasional perusahaan. Sinergi antara perusahaan, pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga lingkungan tetap aman dan terbebas dari kebakaran,” kata Hendra.

Ia menambahkan, PT Kalimantan Hamparan Sawit akan terus memperkuat sistem pencegahan karhutla melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan kesiapan personel, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap perlindungan lingkungan dan keberlanjutan usaha.

Melalui pelatihan ini PT Kalimantan Hamparan Sawit berharap, terbentuk tim siaga yang profesional, responsif, dan mampu melakukan tindakan cepat dalam mencegah maupun menangani potensi kebakaran hutan dan laha, khususnya selama menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Nv//001

Loading