PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menghadirkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan subsidi harga bahan pangan hingga 30 persen sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.

Kegiatan tersebut digelar di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya dan menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan serta meningkatkan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa momentum Hari Jadi daerah tidak hanya bersifat seremonial, tetapi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok.

Ia menyampaikan bahwa program Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah kepada masyarakat, terutama kelompok ekonomi kecil yang terdampak fluktuasi harga kebutuhan pokok.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah,” ujar Gubernur.

Program GPM ini juga melibatkan sejumlah pihak, termasuk perangkat daerah, Bulog, Bank Indonesia, pelaku usaha pangan, dan UMKM lokal. Berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, telur, hingga kebutuhan pokok lainnya dijual dengan harga subsidi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat, program ini menyasar ribuan masyarakat penerima manfaat, termasuk aparatur sipil negara golongan tertentu, tenaga kontrak, serta masyarakat ekonomi kecil di wilayah Palangka Raya.

Selain menjaga stabilitas harga, program ini juga diharapkan mampu memperkuat distribusi pangan dan mendukung pengendalian inflasi daerah secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Kalteng menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan ketahanan pangan daerah.