PALANGKA RAYA – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya menggelar Seminar Pendidikan Politik bertema “Civic Engagement: Menyuarakan Perubahan, Membentuk Masa Depan” di Aula PPIG lantai 6 Universitas Palangka Raya, Selasa (25/11/2025).
Seminar ini menghadirkan Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia, Firman Jaya Daeli, sebagai narasumber utama.
Kedatangan Firman disambut oleh Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan FISIP UPR, Dr Mochammad Doddy Syahirul Alam, S.E., M.Si., didampingi dosen FISIP UPR, Adithiya Wiradinatha Saputra, S.I.Kom., M.A., serta Mochammad Helmy Fikri, S.I.Kom., M.A., di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.
Dalam sambutan pembuka, Dr Mochammad Doddy Syahirul Alam, S.E., M.Si., mewakili Dekan FISIP UPR, Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.BA., Ph.D. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut penting untuk memperkuat kapasitas berpikir kritis mahasiswa.
“Seminar seperti ini bertujuan untuk mencerahkan mahasiswa. Ini bukan sekadar seminar, tetapi investasi untuk menyiapkan generasi muda yang kritis, etis, dan mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Ester Sonya Ulfaritha Lapalu, M.Si., menambahkan bahwa keberanian menyuarakan perubahan harus disertai etika dan kemampuan berpikir kritis. “Itulah yang ingin kami tekankan melalui kegiatan ini,” katanya.
Ketua panitia, Adithiya Wiradinatha Saputra, menjelaskan bahwa seminar ini dirancang sebagai ruang dialog bagi mahasiswa. “Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan keberanian menyuarakan perubahan dan mempersiapkan generasi yang siap membangun masa depan secara konstruktif,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Firman Jaya Daeli menekankan pentingnya pendidikan politik yang sehat sebagai fondasi partisipasi publik. Menurutnya, politik bukan sesuatu yang harus dihindari, tetapi wadah untuk berkarya dan berkontribusi.
“Civic engagement berarti terlibat, peduli, dan berkontribusi pada isu publik sehari-hari. Mahasiswa harus berani menyampaikan pendapat berdasarkan data dan fakta, serta menjunjung etika. Perubahan lahir dari tindakan nyata, bukan hanya dari keberanian bersuara di media sosial,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar generasi saat ini bukan kurangnya informasi, tetapi melimpahnya informasi yang tidak selalu dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, literasi politik dan digital menjadi keterampilan yang wajib dikuasai.
“Demokrasi bukan tentang siapa yang paling lantang berbicara, tetapi siapa yang paling substansial dalam menawarkan gagasan,” tambahnya.
Seminar ini dihadiri sekitar 150 mahasiswa dari berbagai jurusan FISIP UPR, termasuk perwakilan BEM, DPM, dan organisasi kemahasiswaan. Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan beragam pertanyaan terkait peran anak muda dalam proses politik dan demokrasi.
Pada kesempatan yang sama, FISIP UPR mengumumkan pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat nasional. Juara 1 yakni Gabriel K. M. Telaumbanua dari Ilmu Administrasi Negara, FISIP UPR, Juara 2 yakni Della Putri Aprilianti dari Universitas Pendidikan Indonesia dan juara 3 yakni Arwin Anin dari Universitas Nusa Cendana, Kupang.
Pengumuman tersebut sekaligus menutup rangkaian kegiatan yang berlangsung lancar dan penuh antusiasme.
Melalui seminar ini, FISIP Universitas Palangka Raya menegaskan komitmennya dalam mendorong lahirnya generasi muda yang kritis dalam berpikir, dan aktif berkontribusi bagi masyarakat. // Nv/1
![]()
