MALANG – Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) menggelar Rakernas Perdana 2025 di Malang pada 7–8 Agustus.
Forum ini menjadi ajang konsolidasi nasional dan merumuskan strategi perjuangan hak dosen ASN. Acara dihadiri pengurus pusat, 19 DPW, serta pimpinan cabang dari berbagai daerah.
Rakernas menetapkan enam agenda utama, meliputi program kerja prioritas, pemerataan tunjangan kinerja (tukin) tanpa membedakan klaster perguruan tinggi, kenaikan tunjangan fungsional yang tidak berubah sejak 2007, pembayaran rapelan tukin 2020–2024, penguatan karier dosen PPPK, dan pembaruan sistem SKP yang lebih adil.
Agenda puncak adalah pengesahan Policy Brief berisi usulan Perpres kenaikan tunjangan fungsional yang akan segera diajukan ke kementerian terkait. Ketua Panitia, Rio Kurniawan, menyebut Rakernas ini memperkokoh posisi ADAKSI sebagai mitra kritis pendidikan tinggi. Ketua Umum, Dr. Fatimah, menekankan pentingnya pemerataan tukin untuk mencegah ketimpangan kualitas pendidikan.
Rakernas juga menjadi momen pelantikan DPP periode 2025–2028 oleh Ketua Dewan Pengawas, Dr. Ir. Esther Sanda Manapa, M.T., disertai penyerahan SK kepada 19 DPW sebagai simbol tekad bersama memperjuangkan kesejahteraan dosen ASN di seluruh Indonesia.
