PALANGKA RAYA – Isu Transmigrasi sedang ramai di bahas dan menimbulkan pro kontra antar kalangan tokoh di Kalimantan khususnya Kalimantan Tengah.

Ketua Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) Kalimantan Tengah, Juprianto, akhirnya angkat bicara terkait isu transmigrasi yang belakangan kembali mencuat dan menjadi perdebatan di tengah masyarakat.27/07/2025

Menurutnya, PD KMHDI KALTENG tidak dalam posisi untuk menolak atau mendukung sepenuhnya program transmigrasi, melainkan menyoroti pentingnya mengukur dampak dan manfaat konkret bagi pembangunan Kalimantan Tengah, baik secara sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

“Kami tidak ingin berpolemik soal pro atau kontra. Yang terpenting adalah bagaimana kebijakan transmigrasi benar-benar memberi kontribusi positif terhadap daerah dan tidak justru menimbulkan ketimpangan baru,” ujar Juprianto Ketua PD KMHDI Kalimantan Tengah.

Fokus pada Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Juprianto menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal, akses infrastruktur yang merata, dan kolaborasi budaya yang sehat harus menjadi prioritas utama jika transmigrasi akan terus dijalankan di Kalimantan.

“Kami mendukung segala program yang mendorong kemajuan Kalimantan, tetapi tentu dengan catatan harus inklusif, memperhatikan kearifan lokal, dan tidak menggeser posisi masyarakat asli,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, PD KMHDI Kalteng juga menyerukan agar pemerintah provinsi maupun pusat melibatkan organisasi kepemudaan dan lembaga adat dalam proses perencanaan dan evaluasi program transmigrasi.

“Pemuda tidak boleh hanya jadi penonton. Kita harus duduk bersama, menyampaikan pandangan, dan ikut mengawal agar program Transmigrasi Tidak melukai keutuhan sosial di daerah,” tegas Juprianto.

Dalam Menjaga Keseimbangan Demi Masa Depan Daerah, PD KMHDI Kalimantan Tengah berharap isu transmigrasi tidak menjadi komoditas politik, melainkan didiskusikan secara rasional dan ilmiah demi masa depan Kalimantan yang lebih berkeadilan.

“Kemajuan Kalimantan harus dibangun dengan semangat kebersamaan,semangat gotong-royong bukan pertentangan,bukan” tutup Juprianto.  //

Loading