PALANGKA RAYA – Pemerintah pusat membuka rekrutmen nasional untuk posisi manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dengan kebutuhan mencapai 30.000 orang di seluruh Indonesia. Program tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat operasional koperasi desa agar berjalan lebih profesional dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.

Para manajer yang lolos seleksi nantinya akan berstatus sebagai pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Berdasarkan informasi dari Kementerian Koperasi melalui akun Instagram resminya, pendaftaran dibuka mulai 15 hingga 24 April 2026 melalui laman phtc.panselnas.go.id.

Kepala Dinas yang diwawancarai, Rahmawati, menjelaskan posisi manajer Kopdes Merah Putih memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dengan peran Business Assistant (BA) maupun Project Management Officer (PMO) yang selama ini telah diterapkan.

Namun demikian, para peserta yang dinyatakan lolos tidak akan langsung ditempatkan di koperasi desa.

“Mereka mungkin akan lebih dilatih dulu sebelum masuk ke Koperasi Desa Merah Putih dan mereka dibawa PT Agrinas Pangan Nusantara,” ujar Rahmawati.

Setelah menjalani pelatihan dan pembekalan, para manajer akan ditempatkan di berbagai koperasi desa di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Kalimantan Tengah. Meski demikian, hingga kini belum ada informasi mengenai alokasi kuota khusus untuk Kalimantan Tengah karena proses pendaftaran masih dilakukan secara nasional.

“Untuk kuota Kalteng kita belum dapat informasi karena ini kan pendaftarannya secara umum, masih berbicara secara nasional 30 ribu,” jelasnya.

Rahmawati mengatakan keberadaan manajer diharapkan dapat mempercepat operasional Koperasi Desa Merah Putih agar berjalan optimal.

“Target dari pemerintah pusat sendiri supaya nanti Koperasi Merah Putih ini bisa segera beroperasional dengan baik karena memiliki manajer,” katanya.

Ia menegaskan seluruh tahapan rekrutmen, mulai dari seleksi hingga penetapan peserta yang lulus, menjadi kewenangan penuh Kementerian Koperasi.

“Kalau proses rekrutmennya, seleksinya sampai dengan nanti kelulusan semua ditangani oleh Kementerian Koperasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Rahmawati berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan generasi muda di Kalimantan Tengah untuk ikut berkontribusi membangun ekonomi desa.

“Saya berharap yang mendaftar adalah anak-anak muda kita yang punya potensi, sehingga bisa menggerakkan perekonomian di desa,” pungkasnya.