PALANGKA RAYA – Kerja sama dagang antara Provinsi Kalimantan Tengah dan Jawa Timur kembali menorehkan catatan impresif. Dalam gelaran Misi Dagang Tahun 2026 yang berlangsung di M Bahalap Hotel Palangka Raya pada Kamis, 23 April 2026, nilai transaksi antardaerah tercatat langsung melejit hingga menembus angka triliunan rupiah hanya dalam kurun waktu setengah hari. Pencapaian fantastis ini menjadi bukti nyata betapa besarnya potensi pasar dan perputaran ekonomi yang tercipta dari kolaborasi kedua provinsi.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyambut baik lonjakan transaksi yang masif ini. Ia menegaskan bahwa Misi Dagang bukan sekadar aktivitas jual-beli biasa, melainkan sebuah instrumen strategis untuk memperluas jaringan ekonomi yang berdampak luas bagi daerah.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyambut baik Misi Dagang ini sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antardaerah. Misi Dagang ini menjadi momentum memperluas kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan hilirisasi industri,” ujar Agustiar.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut mengungkapkan rasa optimisnya melihat antusiasme yang begitu besar dari para pelaku usaha. Ia menekankan bahwa kesuksesan ini tidak lepas dari model kolaborasi modern yang diterapkan, di mana kemitraan wajib melibatkan banyak pihak dari berbagai sektor.

“Sinergi dan kolaborasi menjadi hal penting, tidak cukup hanya government to government tetapi melibatkan sektor swasta dan berbagai institusi. Misi Dagang ini tidak sekadar transaksi ekonomi, tetapi upaya memperkuat sinergi antarwilayah di Indonesia,” kata Khofifah.

Hingga pukul 13.00 WIB, total nilai transaksi sudah menyentuh angka triliunan dan diprediksi akan terus bertambah secara signifikan hingga seluruh rangkaian acara resmi ditutup. Nilai transaksi dalam kegiatan Misi Dagang Jawa Timur–Kalimantan Tengah ini menunjukkan potensi besar kerja sama yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

Agenda yang mencatatkan keterlibatan 159 pelaku usaha dari kedua daerah ini juga dirancang sebagai wadah bagi produk-produk lokal untuk naik kelas. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan, menyebutkan bahwa ini merupakan Misi Dagang ke-51 yang digelar sejak tahun 2019, sekaligus menjadi komitmen berkelanjutan untuk memperluas jaringan pasar domestik.
“Sebanyak 159 pelaku usaha terlibat, 59 di antaranya dari Jawa Timur yang hadir langsung. Kami berharap transaksi yang terjadi dapat meningkatkan daya saing produk UMKM di Jawa Timur dan Kalimantan Tengah,” terang Iwan.

Melalui penandatanganan kerja sama resmi yang disaksikan langsung oleh para kepala daerah, Misi Dagang ini diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi regional yang berdaya saing tinggi, sekaligus menjadi motor penggerak stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global.