PALANGKA RAYA – Dalam agenda reses perdananya di daerah pemilihan Kalimantan Tengah, anggota DPR RI Komisi XIII sekaligus anggota MPR RI, Bias Layar, S.H., M.H. menggelar media gathering bersama insan pers di Kota Palangka Raya, Rabu 25 Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu kafe di Kota Palangka Raya itu dikemas dalam suasana santai sekaligus berbuka puasa bersama. Meski berlangsung informal, diskusi yang terbangun berjalan serius dan penuh substansi.

Dalam pertemuan tersebut, Bias Layar memperkenalkan diri secara lebih dekat kepada awak media, sekaligus membuka ruang dialog terkait berbagai isu strategis di Kalimantan Tengah. Sejumlah topik mengemuka dalam diskusi, mulai dari persoalan hak asasi manusia (HAM), kebebasan dan kesejahteraan pers, hingga dinamika lingkungan di daerah.

Awak Media Saat Diskusi Bersama Bias Layar

Para jurnalis yang hadir menyampaikan pandangan terkait kondisi HAM di Kalimantan Tengah, termasuk tantangan kebebasan pers dan perlunya peningkatan kesejahteraan wartawan. Diskusi juga menyinggung persoalan lingkungan, terutama yang berkaitan dengan aktivitas perkebunan sawit dan dampaknya bagi masyarakat.

Bias Layar menegaskan bahwa meskipun dirinya bertugas di Komisi XIII DPR RI, ia tetap berkomitmen untuk menyuarakan berbagai aspirasi masyarakat Kalimantan Tengah di tingkat pusat.

“Walaupun saya berada di Komisi XIII, saya tetap akan membawa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, baik terkait pembangunan, persoalan ekonomi, infrastruktur jalan yang rusak, maupun sektor pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang objektif dan konstruktif kepada publik. Menurutnya, komunikasi yang baik antara wakil rakyat dan insan pers menjadi kunci dalam memastikan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara luas dan akurat.

Melalui kegiatan ini, Bias Layar berharap terjalin hubungan komunikasi yang berkelanjutan dengan para jurnalis di Kalimantan Tengah. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat penyampaian aspirasi masyarakat daerah ke tingkat nasional.

“Media adalah jembatan antara rakyat dan pengambil kebijakan. Saya berharap ke depan komunikasi seperti ini terus terjalin dengan baik,” tutupnya. Nv//001

Loading