KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas memulai pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 54 di Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun, Senin (26/1/2026). Pembangunan sekolah permanen ini diharapkan memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah setempat.
Sekolah Rakyat Terintegrasi tersebut merupakan pengembangan dari Sekolah Rakyat Rintisan yang telah diluncurkan pada September 2025. Kabupaten Gunung Mas menjadi salah satu dari empat daerah di Kalimantan Tengah yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai lokasi pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Pemerintah daerah menilai program ini sejalan dengan kebijakan nasional di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, serta mendukung program prioritas Kabupaten Gunung Mas di bidang peningkatan kualitas pendidikan. Sekolah Rakyat Terintegrasi dirancang untuk menampung hingga 1.050 peserta didik dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah-langkah pendukung, termasuk rekrutmen peserta didik dan koordinasi lintas perangkat daerah. Dukungan tersebut mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan agar sekolah dapat beroperasi sesuai target waktu.
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjawab tantangan pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan layanan pendidikan. Partisipasi masyarakat juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan dan pemanfaatan fasilitas pendidikan tersebut.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kalimantan Tengah menjelaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan kebijakan strategis nasional yang bertujuan memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Pendidikan diposisikan sebagai instrumen utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sekolah Rakyat dikembangkan tidak hanya sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, serta pengembangan keterampilan hidup dan kewirausahaan sosial. Dengan pendekatan tersebut, lulusan Sekolah Rakyat diharapkan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan pembangunan daerah.
Di Provinsi Kalimantan Tengah, pembangunan Sekolah Rakyat dilaksanakan di empat daerah, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Gunung Mas. Proyek ini dikerjakan melalui skema kontrak tahun jamak 2025–2026 dengan target penyelesaian pada Juni 2026 dan pemanfaatan pada tahun ajaran 2026/2027.
Kegiatan peletakan batu pertama di Gunung Mas dihadiri unsur forum koordinasi pimpinan daerah, jajaran pemerintah daerah, pimpinan instansi vertikal, camat, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. //
![]()
