Palangka Raya – Dosen UPR Ciptakan Motif “Isen Mulang” Di Kalimantan Tengah, Dukung Identitas Lokal Melalui Batik Teknologi

Palangka Raya – Dosen Universitas Palangka Raya (UPR) berhasil menciptakan inovasi motif batik bertema “Isen Mulang” yang terinspirasi dari kekayaan budaya Kalimantan Tengah.

Motif ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya dan menjadi ikon baru dalam Festival Budaya Isen Mulang, sebuah festival tahunan yang menjadi ajang promosi pariwisata unggulan di Kalimantan Tengah.

Penelitian ini dipimpin oleh Maryam Mustika, S.Pd., M.Pd., sebagai ketua tim, dengan anggota tim terdiri dari Nawung Asmoro Girindaswari, M.Pd., Muh. Andis Hidayatullah, S.Pd., M.Pd. dan Muhamad Romadoni, M.Pd.melalui hibah penelitian yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPR.

Motif “Isen Mulang” yang diciptakan mengusung konsep batik teknologi dengan teknik pembuatan modern untuk menghasilkan motif unik yang menggambarkan semangat keberanian dan kekayaan budaya masyarakat Dayak.

Melalui inovasi ini, para peneliti berharap motif “Isen Mulang tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga dapat dipromosikan ke kancah nasional sebagai representasi budaya Kalimantan Tengah.

“Proyek ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap budaya lokal Kalimantan Tengah. Kami ingin mengangkat motif khas yang dapat mencerminkan semangat Isen Mulang atau pantang

mundur dalam budaya masyarakat Dayak, sekaligus menyesuaikan dengan tren teknologi modern dalam industri batik,” jelas Maryam Mustika, S.Pd., M.Pd.(14/11/2024)

Penelitian yang menggunakan metode kualitatif ini melibatkan pengumpulan data melalui wawancara dengan para pelaku seni, observasi, serta studi dokumentasi terkait Festival Budaya Isen Mulang.

Selain untuk mendalami makna motif, penelitian ini juga bertujuan untuk mengembangkan desain batik yang mudah diterima oleh masyarakat luas dan memiliki nilai estetika tinggi.

Motif ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik batik Kalimantan Tengah di pasar nasional, serta berkontribusi pada pengembangan ekonomi kreatif masyarakat sekitar.

Menurut Andis, salah satu anggota tim, inovasi batik ini juga membuka peluang bagi industri kreatif lokal untuk berkembang lebih jauh. “Kami berharap batik motif isen miulang ini menjadi produk unggulan yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga membawa nilai filosofis yang mendalam tentang budaya masyarakat Dayak,” tambah Nawung.

Proyek ini diharapkan dapat terus dikembangkan dalam berbagai kegiatan penelitian, sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kalimantan Tengah.

Dengan motif “Isen Mulang” ini, UPR turut serta memperkenalkan budaya Kalimantan Tengah ke panggung nasional dan internasional serta mendorong generasi muda untuk lebih bangga dan peduli pada kekayaan budaya daerah. (***)

Loading