Palangka Raya – Debat pertama calon bupati Kabupaten Barito Timur telah berlangsung pada 30 Oktober 2024 dengan tema utama, “Meningkatkan dan Menguatkan Kesejahteraan Masyarakat Barito Timur”.

Acara yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bartim ini mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.

Ketua Himpunan Mahasiswa Barito Timur (Hima Bartim) di Kota Palangka Raya, Fardoari Reketno, menyampaikan pandangannya terkait perhelatan debat tersebut.

Menurut Fardoari, debat pertama ini menjadi momentum yang baik untuk memahami visi dan komitmen para calon bupati dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat Barito Timur.

“Tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Kesejahteraan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur Oleh karena itu, kami berharap para calon kedepannya bisa memberikan solusi konkret dan tidak hanya janji kosong,” ujarnya.

Fardoari juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam mewujudkan program-program yang dijanjikan selama kampanye, Ia menegaskan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan akan terus mengawal jalannya Pilkada ini dan memantau kebijakan yang akan diambil oleh pemimpin terpilih nantinya.

“Kami di Hima Bartim siap mendukung siapa pun yang terpilih, selama mereka konsisten dengan program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya pemuda,” tambahnya.

Sebagai Ketua Hima Bartim, Fardoari juga mengajak seluruh mahasiswa dan generasi muda Barito Timur untuk aktif dalam proses politik yang sedang berlangsung, termasuk dengan kritis terhadap janji-janji calon pemimpin daerah.

“Kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa pembangunan di Bartim tidak hanya memenuhi aspek materi, tetapi juga kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan,” tegas Fardoari.

Lebih lanjut mahasiswa dari Universitas Palangka Raya ini menghimbau kepada masyarakat agar lebih cermat menanggapi janji manis dari setiap calon bupati Barito Timur dan tetap menjaga stabiltas agar tidak terprofokasi ataupun terpecah belah hanya karena beda pilihan, karena Pilkada kabupaten hanya berlangsung 1 kali dalam 5 tahun namun kerukunan dan persatuan harus tetap terjalin demi kemajuan Kabupaten yang lebih baik.

“Saya menghibau juga kepada masyarakat agar tetap menjaga kondusifitas ditengah perhelatan politik dan juga cermat dalam menanggapi janji-janji dari setiap calon dan menimbang mana yang lebih masuk akal” tutup Fardoari.

Debat pertama ini telah memberikan gambaran kepada masyarakat tentang arah kebijakan masing-masing calon, dengan adanya tanggapan dari mahasiswa, diharapkan pemimpin yang terpilih nantinya mampu merangkul dan memperhatikan aspirasi pemuda serta semua lapisan masyarakat di Barito Timur. (***)

Loading