PALANGKA RAYA – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni, Fardoari Reketno, Ketua Kerukunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Dusun Maanyan dan Lawangan (KPPM DUSMALA) Kota Palangka Raya, menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya deforestasi dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit dan pertambangan ilegal di wilayah Kalimantan Tengah.

Mengutip dari data yang di keluarkan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Tengah, deforestasi di provinsi ini mencapai 32.389 hektare pada tahun 2024, menjadikannya sebagai provinsi dengan angka deforestasi tertinggi ketiga di Indonesia.

Fardoari Reketno menilai, alih fungsi lahan ini akan membawa dampak pada semakin terhimpitnya ruang hidup masyarakat lokal dan ekosistem di hutan Kalimantan Tengah.

“Hutan bukan hanya paru-paru dunia, tetapi juga menjadi sumber kehidupan, kerusakan lingkungan pasti akan berdampak pada ekosistem, termasuk ruang hidup masyarakat. Terutama masyarakat Dayak, yang terbiasa menggantungkan hidup dari hutan.” ujarnya.(5/6)

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan dari data yang dia baca, bahwa penguasaan lahan oleh korporasi di Kalimantan Tengah mencapai hampir 72,28 persen dari luas wilayah yang ada, dengan sebagian besar digunakan untuk sektor pertambangan dan perkebunan.

Di tengah situasi tersebut, pemuda asal Barito Timur itu mengajak semua pihak untuk bersinergi.

” Kami selaku putra daerah tidak bisa tinggal diam. KPPM DUSMALA siap menjadi mitra kritis dalam menjaga alam kalimantan tengah”.

Ia juga berharap, pemerintah dapat memperketat penegakan hukum terharap pelanggaran lingkungan, serta menedepankan keterlibatan masyarakat adat dan komunitas pemuda lokal untuk bersama-sama menjaga alam kalimantan tengah.

Sebagai bagian dari komitmen generasi muda dalam menjaga lingkungan, KPPM DUSMALA menyerukan kesadaran gerakan kolektif semua pihak untuk lebih aktif dalam menjaga lingkungan dan restorasi hutan.

“Alam bukanlah sebuah warisan, tetapi titipan Tuhan yang harus kita jaga. Pada momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, harus menjadi titik balik untuk memperjuangkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi tanah leluhur kita” pungkasNya. Nv//001

Loading