MAKASSAR – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel) Irjen Pol. Djuhandani Rahardjo Puro menerima kunjungan Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli untuk bertemu dan berdialog berdiskusi. Pertemuan dialog diskusi berlangsung pada hari Senin, tanggal 1 Desember 2025, di ruang kerja Kapolda, kantor Mapolda, di Makassar, Sulsel.
Konstruksi dan materi pertemuan untuk mendialogkan dan mendiskusikan – sejumlah perihal strategis. Pada dasarnya berbasis pada pemberdayaan kapasitas kelembagaan institusional Bhayangkara (Kepolisian). Juga peningkatan kualitas Sumber Daya dan Ekosistem Kepolisian.
Intinya adalah relasi strategis dan maknanya dengan percepatan dan perluasan kualitas Tri Brata Polri, Supremasi Hukum, Sistem Konstitusi dalam kerangka Pembangunan Daerah (Sulsel) dan Kawasan. Provinsi Sulsel adalah sebuah Episentrum penting dan strategis di Wilayah Timur Indonesia.
Sebelumnya Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel) Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, S.H., M.H. menerima kunjungan Firman Jaya Daeli untuk bertemu dan berdialog diskusi. Pertemuan dialog diskusi berlangsung pada hari Senin, tanggal 1 Desember 2025, di ruang kerja Kajati, kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati), di Makassar, Sulsel.
Firman Jaya Daeli yang juga mantan Tim Perumus UU Kepolisian, UU Kejaksaan, UU Kehakiman, UU Pertahanan Negara, UU Pemerintahan Daerah – bertemu dan berdialog diskusi bersama Kajati Sulsel secara informal dan santai. Namun bermuatan mengenai perihal strategis dan visioner dalam konteks Kejaksaan dan Sistem Ketatanegaraan dan Kualitas Supremasi Hukum.
Substansi dan narasi pertemuan dialog diskusi berintikan pada Penguatan kapasitas kelembagaan institusi Adhyaksa (Kejaksaan) dan kualitas Sumber Daya Dan Jajaran Kejaksaan. Kemudian keberhubungannya dan kebermaknaannya dengan percepatan dan perluasan kualitas Pembangunan Daerah (Sulsel) dan Kawasan sebagai Episentrum Strategis Wilayah Timur Indonesia.

Beberapa hari sebelumnya, sebuah Organisasi Kemahasiswaan Ekstra Kampus, yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar sebuah kegiatan tingkat Nasional di Jeneponto, Sulsel. Kegiatan dalam bentuk Intermediate Training (LK 2) Tingkat Nasional tersebut mengundang secara khusus Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli untuk menjadi Pembicara.
Forum LK 2 HMI Tingkat Nasional bertemakan “Kontrak Sosial dan Kesadaran Kolektif : Membangun Hukum sebagai Nurani Bangsa dan Peradaban Indonesia”. Penyelenggaran kegiatan LK 2 berlangsung pada hari Jumat, tanggal 28 November 2025, di Provinsi Sulsel, Indonesia.
Firman Jaya Daeli pernah juga sebelumnya beberapa kali diundang menjadi Pembicara dalam kegiatan Intermediate Training (LK 2) Tingkat Nasional di beberapa daerah di Indonesia. Sebuah kegiatan Tingkat Nasional yang dilaksanakan di berbagai Daerah – yang berintikan pada Pembangunan Kualitas Kader dan Kepemimpinan.
Kemudian Organisasi Kemahasiswaan Intra Kampus, yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM), menyelenggarakan sebuah kegiatan Tingkat Nasional di Makassar, Sulsel. Penyelenggaraan kegiatan terlaksana dalam bentuk National Advanced Training (NAT) Tingkat Nasional.
Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli diundang untuk menjadi Pembicara dalam kegiatan tersebut. Acara NAT BEM Kampus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) UNM Tingkat Nasional tersebut bertemakan “Komersialisasi Pendidikan : Studi Politik Hukum Anggaran dan Privatisasi”, berlangsung pada hari Minggu, tanggal 30 November 2025, di Makassar, Sulsel, Indonesia.
Firman Jaya Daeli sebagai Pembicara menyampaikan perspektif pemikiran mengenai : Konstitusi, Peradaban, Politik Pendidikan, dan Tugas Tanggungjawab Negara dalam konteks Tema Kegiatan. Relasi strategis antara Ketentuan Konstitusi, Makna Proklamasi, Tugas Tanggungjawab Negara dalam konteks dan kerangka Hak Pendidikan Rakyat Indonesia.
Rektor Universitas Hasanuddin (UNHAS) Prof. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., Ph.D. berkomunikasi juga bersama dengan Firman Jaya Daeli. Pada kesempatan yang sama, Firman Jaya Daeli yang juga pernah diundang menjadi Pembicara di UNHAS sebagai Dosen Tamu – menyampaikan perspektif pemikiran strategis mengenai Civitas Akademika Universitas dan Kualitas Tri Darma Perguruan Tinggi dalam paradigma baru.
Firman Jaya Daeli bertemu dan berdialog diskusi juga bersama dengan Prof. Dr. Arfin Hamid, S.H., M.H. (Guru Besar UNHAS dan Kepala/Ketua Program Studi Kenotariatan Pascasarjana UNHAS). Pertemuan dialog diskusi berlangsung pada hari Senin, tanggal 1 Desember 2025, di ruang kerja Prof. Dr. Arfin Hamid, di kampus UNHAS, Tamalanrea, Makassar, Sulsel. Prof. Dr. Arfin Hamid dan Firman Jaya Daeli adalah sahabat baik dan lama sejak sama-sama Se-angkatan dan Se-kelas Kuliah pada pertengahan tahun 1990-an di Program Studi Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Indonesia (UI), Jakarta, Indonesia.
