BUNTOK – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) resmi menetapkan Status Siaga/Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai 1 Agustus 2025, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Barito Selatan Nomor 261 Tahun 2025. Penetapan ini didasarkan pada hasil Rapat Koordinasi Penetapan Status Siaga/Darurat Karhutla yang dilaksanakan pada tanggal yang sama.
Keputusan tersebut menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla yang berpotensi meningkat akibat kondisi cuaca kering serta prediksi musim kemarau di wilayah Kalimantan Tengah.
Dalam dokumen resmi yang diterbitkan melalui Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Barito Selatan, pemerintah menegaskan bahwa penetapan status ini diperlukan untuk memastikan respons cepat, terkoordinasi, serta terpadu antara aparatur pemerintah, TNI/Polri, BPBD, Manggala Agni, dan seluruh komponen masyarakat.
Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri, dalam pernyataan resminya menegaskan:
“Penetapan status siaga/darurat ini bukan hanya bersifat administratif, tetapi langkah konkret agar seluruh perangkat daerah dan instansi terkait dapat bergerak lebih cepat dan tepat. Pencegahan dan penanganan karhutla menjadi prioritas mengingat dampaknya yang luas terhadap kesehatan, ekonomi, serta stabilitas sosial masyarakat Barito Selatan.”
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Pemerintah bersama aparat penegak hukum akan mengambil tindakan tegas untuk memastikan wilayah Barsel tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,”tegasnya.
Penetapan status ini memberikan dasar hukum bagi BPBD Barsel dan seluruh unsur terkait untuk mengerahkan sumber daya, membentuk posko terpadu, serta melakukan patroli rutin pada titik rawan karhutla. Pemerintah daerah juga akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla dan pentingnya menjaga lingkungan secara kolektif.
Dengan status siaga/darurat ini, Pemkab Barsel berharap koordinasi lintas sektor dapat berjalan optimal sehingga potensi kebakaran dapat diminimalkan, khususnya pada puncak musim kemarau 2025.
![]()
