SINTANG – Belum usai keluhan masyarakat Kayan Hulu terhadap jalan rusak, kini turun tangan para pekerja buruh kasar atau tukang pikul pasar yang biasa di sebut suakang, memperbaiki jalan raya Kayan Hulu pada, Sabtu (18/1/2025).

Menurut Edy Popay Koordinator Aksi, hal ini murni merupakan bentuk keprihatinan para suakang yang selama ini melewati jalan raya tersebut untuk mengantar karet dan memasukan barang ke kecamatan Kayan Hulu.

“Para suakang atau yang biasa kami sebut tukang pikul ini menyusun batu secara sukarela sebagai bentuk keprihatinan terhadap fasilitas umum yang selama ini di lalui, jadi jika tidak di perbaiki maka akan banyak kesulitan yang di alami oleh masyarakat baik itu masyarakat biasa bahkan pejabat sekalipun” Ucap Edy

Edy juga menjelaskan Material yang pertama di kerjakan merupakan swadaya masyakat dan para suakang yang mengumpulkan batu di pinggiran jalan sehingga itulah yang mengerjakan beberapa orang untuk membuat proposal swadaya yang akan di kerjakan kembali

“Batu untuk penimbunan pertama adalah swadaya masyakat dengan mengumpulkan batu di pinggiran jalan untuk menimbun titik yang rusak, dan itulah yang membuat gerakan bagi beberapa orang membuat proposal swadaya perbaikan jalan beberapa waktu ini” ucap Edy

Noven Honarius tokoh muda asal Kayan Hulu juga menyampaikan keprihatinan terhadap peristiwa tersebut, pasalnya itu adalah jalan yang berstatus jalan Provinsi di kerjakan rakyat biasa bahkan Noven menyebut para suakang yang di kenal sebagai pekerja kasar yang harusnya juga pemerintah perhatikan kejahteraannya

“Saya sangat prihatin ya dengan adanya peristiwa ini, sangatlah menampar pasalnya ini yang kerja sukarela adalah para suakang yang kita kenal mereka ini buruh kasar atau tukang pikul dipasar, ini sungguh menyayat hati bagi saya Karena harusnya pemerintah memperhatikan kesejahteraan tapi hari ini mereka lagi-lagi berkorban untuk orang banyak termasuk para pejabat, tidak lain, ini adalah perbudakan para buruh ” tegas Noven. Nv//01

Loading