PALANGKA RAYA – Nama Dr. Tari Budayanti Usop, ST., MT mencuat sebagai salah satu kandidat kuat dalam bursa calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) untuk periode 2026 mendatang.
Sejumlah figur mulai diperbincangkan dalam kompetisi pemilihan pimpinan perguruan tinggi tersebut sebagai suksesor pengganti jabatan rektor yang saat ini masih dipegang oleh Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S. Di antara sejumlah nama yang muncul, Tari Budayanti Usop dinilai sebagai salah satu kandidat potensial.
Dukungan terhadap dosen Arsitektur serta Perencanaan Wilayah dan Kota UPR itu juga disebut semakin terbuka, setelah Gubernur Kalimantan Tengah memberikan sinyal positif dalam beberapa kesempatan pertemuan.
Tari menegaskan bahwa dukungan tersebut bukan sekadar bersifat simbolis atau formalitas. Ia menyebut, arah visi dan program yang diusungnya juga sejalan dengan pembangunan pendidikan di daerah.
“Kalau pak Gubernur Kalimantan Tengah punya semangat di dunia pendidikan, kami akan lebih bersemangat lagi, karena visi, misi dan program di bidang Pendidikan itu harus selaras dari tingkat pusat dan daerah supaya cita-citanya tercapai,” tegasnya.
Munculnya nama Tari juga mendapat perhatian karena latar belakang keluarganya. Ia merupakan putri tokoh budayawan Kalimantan Tengah sekaligus mantan Rektor UPR periode 1981–1988, almarhum Prof. Kena Muhammad Aini Matseman Usop, MA, yang lebih dikenal sebagai Prof. KMA Usop.
Meski Gubernur Kalimantan Tengah belum secara resmi menyatakan dukungan, Tari mengisyaratkan bahwa arah visi dan program yang ia gagas menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam pengembangan pendidikan tinggi di Universitas Palangka Raya.
“Taklimat Presiden Prabowo menegaskan peran sentral manusia, pendidikan tinggi, dan sains sebagai fondasi utama inovasi, industrialisasi, dan daya saing bangsa. Hal ini juga sejalan dengan salah satu agenda saya bahwa pendidikan sebagai wahana utama pewarisan nilai, norma, dan tradisi budaya, membentuk identitas sosial generasi muda agar mengenali jati dirinya.” tulis Tari.
Menurutnya, integrasi sejarah, bahasa, dan budaya lokal dalam dunia pendidikan menjadi langkah penting untuk menegaskan identitas bangsa di tengah arus globalisasi.
Tari menyatakan optimistis memiliki kapasitas untuk mengemban amanah sebagai Rektor UPR. Ia juga menilai sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menjadi kunci dalam memperkuat program peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Bapak Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran sangat progresif dan aktif di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia, jangan sampai kita ketinggalan dalam mewujudkan komitmen bersama itu untuk masyarakat Kalimantan Tengah” pungkas Tari.
Selain berkiprah sebagai dosen, Tari Budayanti Usop juga diketahui menjabat sebagai Ketua Lembaga Perempuan Dayak Kota Palangka Raya. Dukungan yang terus mengalir membuat namanya semakin diperhitungkan dalam dinamika penjaringan calon Rektor UPR yang akan segera dilaksanakan. //
![]()
