PALANGKA RAYA – Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Palangka Raya, Matius Valentino Jehatut, menyampaikan keprihatinannya atas penolakan pembangunan gereja Katolik di Desa Kapur, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Dalam pernyataannya pada Minggu (20/7), Matius mengecam tindakan intoleransi yang kerap muncul di berbagai wilayah Indonesia, khususnya penolakan terhadap rumah ibadah. Ia menilai tindakan tersebut dapat mengancam persatuan bangsa dan merusak semangat kebhinekaan yang menjadi dasar negara.
“Saya secara pribadi sangat menyayangkan tindakan intoleransi yang terus terjadi belakangan ini. Penolakan terhadap pembangunan gereja bukan hanya mencederai kebebasan beragama, tapi juga dapat menimbulkan perpecahan antar umat beragama. Sudah seharusnya kita hidup berdampingan dan saling menghargai satu sama lain,” ujar Matius.
Ia menegaskan bahwa sebagai warga negara Indonesia yang menjunjung nilai-nilai Pancasila, setiap pihak harus mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok.
“Sebagai bangsa yang dilandasi Pancasila, kita wajib menghargai perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama. Sila ketiga, ‘Persatuan Indonesia’, harus benar-benar diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, bukan sekadar jargon,” tambahnya.
Matius juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya umat beragama dan tokoh-tokoh masyarakat di Kalimantan Barat, agar tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu provokatif yang dapat memperkeruh keadaan.
“Saya mengajak semua pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Serahkan sepenuhnya proses penyelesaian kasus ini kepada pihak yang berwenang, agar dapat diselesaikan secara adil dan bermartabat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial demi keberlangsungan hidup bersama dalam suasana damai dan harmonis.
“Harapan saya, seluruh masyarakat apa pun latar belakangnya dapat melihat persoalan ini dengan jernih dan tetap mengedepankan semangat persaudaraan. Jangan sampai perbedaan dijadikan alasan untuk membenci atau menghakimi satu sama lain,” pungkasnya. Nv//001
![]()
