NUNUKAN — Koordinator Wilayah VI Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Julio Antou, menyampaikan keprihatinan mendalam atas krisis integritas yang tengah melanda Kepolisian Daerah Kalimantan Utara.

Hal ini disampaikan menyusul penangkapan tujuh anggota Polres Nunukan, termasuk Kasat Resnarkoba Iptu SH, oleh tim Bareskrim dan Divisi Propam Mabes Polri karena diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika di kawasan perbatasan.

Menurut Julio, situasi ini merupakan akumulasi dari berbagai masalah yang dibiarkan berlarut-larut, mulai dari minimnya kontrol internal, pembinaan personel yang tidak efektif, hingga kegagalan kepemimpinan dalam mengambil langkah-langkah korektif yang tegas.

PP GMKI melalui Wilayah VI menyerukan agar Kapolda Kalimantan Utara tidak lagi berlindung di balik dalih “oknum” semata, melainkan bertanggung jawab secara struktural.

Reformasi internal Polda, menurutnya, harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguatan sistem pengawasan, evaluasi dan rotasi jabatan, pembinaan etika profesi, serta penegakan disiplin yang konsisten dan tanpa pandang bulu.

“Wibawa institusi hanya bisa dijaga jika keberanian untuk melakukan pembersihan dari dalam benar-benar ditunjukkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, GMKI mendorong Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) serta Komisi III DPR RI untuk turut mengawal proses hukum kasus ini, karena keterlibatan lembaga eksternal dinilai penting guna memastikan tidak ada intervensi dalam proses penegakan hukum serta agar keadilan benar-benar ditegakkan.

Julio menekankan bahwa kasus ini harus dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap arah pembinaan institusi kepolisian, terlebih di wilayah perbatasan yang sangat rentan terhadap penyalahgunaan kewenangan dan praktik kolusi dengan jaringan kejahatan terorganisir.

“Hari ini Polri sedang diuji, bukan hanya oleh masyarakat, tetapi oleh integritas internalnya sendiri. Jawaban atas ujian itu bukanlah dengan diam, melainkan dengan melakukan perubahan mendasar yang dimulai dari keberanian untuk mengoreksi diri,” pungkasnya. //

Loading