BANJARMASIN – Ikatan Mahasiswa/i Papua Kalimantan Selatan (IMAPA Kalsel), sebuah organisasi yang mewadahi mahasiswa asal Papua di Kalimantan Selatan, menggelar aksi penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana banjir di Kabupaten Jayawijaya, Papua.
Aksi solidaritas ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 4–5 Mei 2025, di Kota Banjarbaru dan Banjarmasin. Ketua IMAPA Kalsel, Paulus Blesia, bersama koordinator lapangan Anton Hai, memimpin jalannya penggalangan dana yang berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp10.300.000.
“Duka mereka adalah duka kita bersama,” menjadi moto dalam aksi ini. Semangat kebersamaan dan solidaritas menjadi landasan utama bagi mahasiswa Papua di Kalimantan Selatan untuk bergerak membantu sesama yang terdampak bencana.
Dana yang terkumpul kemudian disalurkan melalui alumni Papua asal Kalimantan Selatan yang berada di Wamena, yakni Naila Wenda, Aleksander Jigibalom, dan rekan-rekan lainnya. Bantuan disalurkan dalam bentuk sembako pada Sabtu, 17 Mei 2025.
Penyaluran bantuan dilakukan di tiga titik posko terdampak banjir, yaitu:
1. Distrik Kurulu–Kampung Umpagalo dan Kampung Mebagima. Bantuan diterima langsung oleh Edi Dabi, selaku Sekretaris Lembaga Masyarakat Adat (LMA) setempat.
2. Distrik Usilimo–Kampung Alona. Bantuan diterima oleh Bapak Tolima Elosak dan warga.
3. Distrik Kurulu – Kampung Milima. Bantuan diserahkan kepada Kepala Kampung, Bapak Wempi Wetipo, bersama warga setempat.
Perwakilan masyarakat penerima bantuan menyampaikan ucapan terima kasih kepada IMAPA Kalsel dan masyarakat Kalimantan Selatan atas bantuan yang diberikan.
“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa Papua dan seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Alex. // Nv/1
![]()
