PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menyerukan komitmen semua pihak untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna memperkuat kemandirian fiskal provinsi. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi PAD yang digelar di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (12/6).

Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, para pimpinan BUMD, asosiasi usaha, direktur utama perusahaan di sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan, serta pimpinan perusahaan wajib pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB).

“Pertemuan ini bukan sekadar rapat koordinasi, tetapi wujud komitmen bersama untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi PAD,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Gubernur menekankan pentingnya peran pelaku usaha dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah. Ia meminta agar perusahaan taat membayar pajak, menggunakan jasa perbankan daerah seperti Bank Kalteng, serta menggunakan kendaraan operasional berpelat nomor Kalimantan Tengah.

Selain itu, ia mendorong perusahaan menyalurkan program tanggung jawab sosial (CSR), memprioritaskan rekrutmen tenaga kerja lokal, serta membeli bahan bakar di wilayah Kalimantan Tengah agar pajak PBBKB masuk ke kas daerah.

“Masih banyak potensi penerimaan yang belum tergarap, terutama dari sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan melalui pajak alat berat, pajak air permukaan (PAP), PBBKB, serta opsen mineral bukan logam dan batuan (MBLB),” paparnya.

Meski capaian PAD tahun 2024 menunjukkan tren peningkatan, Gubernur mengakui kontribusinya terhadap total pendapatan daerah masih belum optimal. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain banyaknya alat berat dan pengguna air permukaan yang belum terdata, peredaran bahan bakar ilegal, serta kendaraan operasional perusahaan yang masih menggunakan pelat nomor luar daerah.

“Mengatasi hal ini diperlukan langkah strategis dan terpadu, termasuk penguatan integrasi data antarlembaga dan sinergi lintas kabupaten/kota. Ini harus menjadi dasar kebijakan fiskal berbasis bukti, khususnya di sektor pertambangan, perkebunan, dan transportasi industri,” tegasnya.

Wakil Gubernur Edy Pratowo turut menegaskan komitmen Pemprov Kalteng dalam meningkatkan PAD demi pemerataan pembangunan di seluruh wilayah, termasuk hingga pelosok pedalaman.

“Ini momentum bersama. Kita semua harus berkontribusi positif untuk memperkuat PAD demi pembangunan yang adil dan merata di seluruh Kalimantan Tengah,” ujar Edy.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan fiskal yang lebih efektif, inklusif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. //

Loading