BUNTOK – Bupati Barito Selatan, H. Eddy Raya Samsuri, ST., MM., menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan pihak swasta untuk turut serta menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir yang melanda enam kecamatan di wilayah Kabupaten Barito Selatan.

Instruksi ini disampaikan setelah Bupati meninjau langsung kondisi lapangan dan melihat kenaikan debit air yang terus terjadi. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan telah menetapkan status *tanggap darurat bencana* melalui surat keputusan resmi.

“Kami telah menginstruksikan BPBD, Dinas Sosial, dan Baznas untuk segera menyalurkan bantuan. Perangkat daerah juga diminta berperan sebagai liaison officer (LO) di setiap titik banjir guna memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran,” ujar Eddy Raya Samsuri, Senin (22/4).

Dengan peningkatan status menjadi tanggap darurat, Pemkab Barito Selatan kini memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam penyaluran bantuan sesuai alokasi anggaran kebencanaan yang tersedia. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan jajaran Forkopimda dalam upaya penanganan bencana ini.

“Rapat koordinasi telah dilaksanakan oleh Wakil Bupati Khristianto Yudha bersama Forkopimda untuk menyepakati status tanggap darurat ini,” imbuhnya.

Selain fokus pada penanganan langsung bencana, Bupati Eddy juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap dampak jangka panjang.

“Kita semua harus sadar bahwa pembangunan perlu mempertimbangkan analisis dampak lingkungan secara spesifik, agar bencana serupa tidak terus berulang di masa mendatang,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga tata ruang dan mempertahankan lahan pertanian agar tidak dialihfungsikan secara sembarangan, yang dapat memperburuk risiko banjir.

“Status tanggap darurat ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh warga, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan anak-anak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut,” pungkas Eddy Raya. //

Loading