PALANGKA RAYA — Baru sepekan menjalankan tugas, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Tengah langsung bergerak pada Senin, (18/2026).

Jajaran komisioner melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah lembaga penyiaran televisi di Palangka Raya. Langkah inj menjadi sinyal awal membangun hubungan yang lebih erat antara regulator penyiaran dan media televisi di daerah.

Dipimpin Ketua Sesa Mareki, rombongan KPID mendatangi sejumlah stasiun televisi, mulai dari TVRI Kalimantan Tengah, Dayak TV, hingga jaringan televisi nasional seperti Trans7, Trans TV, dan SCTV.

Sesa Mareki mengatakan, silaturahmi itu menjadi langkah awal membuka ruang komunikasi dan kolaborasi antara KPID dengan lembaga penyiaran di Kalimantan Tengah. Menurutnya media penyiaran memiliki posisi strategis, bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah.

“Melalui silaturahmi ini, kami ingin membangun komunikasi yang baik sekaligus mempererat hubungan kelembagaan dengan insan penyiaran di Kalimantan Tengah,” kata Sesa.

 

Foto Sesa Mareki Ketua KPID Kalteng Saat ditemui Awak Media

Ia menilai, tantangan dunia penyiaran saat ini tidak lagi sederhana arus informasi yang begitu cepat, ditambah persaingan dengan media digital, menuntut televisi tetap mampu menghadirkan siaran yang sehat, edukatif, dan berpihak pada kepentingan publik.

Karena itu, KPID berharap hubungan yang terbangun dengan lembaga penyiaran dapat mendorong lahirnya program-program siaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberi nilai pendidikan dan kebudayaan bagi masyarakat Bumi Tambun Bungai.

Selain mendukung program nasional melalui Asta Cita Presiden, televisi lokal juga diharapkan ikut mengambil peran dalam menyukseskan program prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kartu Huma Betang yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur Kalimantan Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua KPID turut didampingi Wakil Ketua Eni Artini, Koordinator Bidang Kelembagaan Novianto Eko Wibowo, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Bachtiar Ali, serta anggota bidang Pengawasan Isi Siaran Handi Wijaya.

Bagi KPID Kalteng, safari media ini tampaknya bukan sekadar agenda perkenalan. Ada pesan yang ingin ditegaskan penyiaran daerah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Di tengah perubahan lanskap media yang terus bergerak cepat, kolaborasi menjadi kata kunci agar televisi tetap relevan di mata publik. NV//001

Loading